TYRANNOSAURUS
Tyrannosaurus
termasuk dalam dinosaurus Theropoda
–pemakan daging, dengan tulang pinggul berjenis Saurischia –panggul kadal.
Tyrannosaurus termasuk dalam kategori Tyrannosauria, yakni spesies dinosaurus
karnivora besar yang muncul terutama pada akhir Masa Mesozoikum dengan
perkembangan yang paling baik pada otot leher dan rahangnya, tetapi mengalami
sedikit degenerasi pada tangannya.
Tyrannosaurus hidup pada Zaman Kretaseus Akhir, 68-65
juta tahun yang lalu. Tyrannosaurus hidup ketika Bumi mulai mengalami
peningkatan intensitas pergeseran lempeng sehingga bencana geologis seperti
gunung meletus dan gempa bumi sering terjadi, mulai mengancam kehidupan
dinosaurus-dinosaurus terakhir. Tyrannosaurus merupakan predator darat raksasa
terakhir yang berjalan di Bumi.
Dinosaurus ini merupakan karnivora oportunis.
Tyrannosaurus memiliki rahang yang kokoh seperti tang, otot leher yang sangat
kuat, kaki yang dapat digunakan untuk berlari kencang, dan sepasang mata yang
menghadap ke depan, memberinya pengelihatan teropong yang efektif menentukan
jarak mangsa. Gigi-gigi Tyrannosaurus besar di akarnya, tapi meruncing dan agak
melengkung di ujungnya, tanpa gerigi. Bentuk gigi yang tebal dan kuat beserta otot
leher yang sangat kokoh memungkinkan Tyrannosaurus untuk menghancurkan tulang
mangsanya. Dinosaurus ini diketahui merupakan Theropoda dengan gigitan terkuat
diantara semua Tyrannosauria, meskipun kedua lengannya hanya sepanjang 1 m dan
belum diketahui secara pasti apa fungsinya, walau para ahli paleontologi
berpendapat bahwa lengannya membantu hewan ini ketika bangkit dari posisi
tidur.
Tyrannosaurus memangsa Ornithopoda seperti Edmontosaurus,
Corythosaurus, dan Hypacrosaurus, dan juga Ornithomimida seperti Ornithomimus.
Tyrannosaurus juga merupakan satu dari sedikit dinosaurus karnivora yang berani
menyerang Ceratopsida seperti Triceratops dan Torosaurus, bahkan mungkin
terkadang Ankylosauria seperti Euoplocephalus dan Ankylosaurus. Bekas gigitan pada
sesama fosil Tyrannosaurus membuktikan bahwa hewan ini kadang juga bersifat
kanibal.
Tulang-tulang Tyrannosaurus pertama kali ditemukan pada
tahun 1902 di Montana, Amerika Serikat, oleh seorang paleontolog sekaligus
pemburu bernama Henry Fairfield Osborn. Paleontolog yang lebih terkenal, Barnum
Brown, menamai fosil-fosil tersebut dalam Bahasa Yunani dan Latin Tyranos -Tyranos ’tiran/kejam’ dan Sauros -Sauros yang berarti ‘kadal’. Sejauh ini
telah dikenal dua spesies Tyrannosaurus yakni Tyrannosaurus rex dari Amerika Serikat dan Kanada serta Tyrannosaurus baatar dari Mongolia. Tyrannosaurus baatar jauh lebih kecil
dibandingkan Tyrannosaurus rex dari
Amerika Utara, dengan panjang hanya 10,5 m dan berat sekitar 5 ton, dan lebih
dikenali sebagai Tarbosaurus baatar.
Fosil Tyrannosaurus terbesar dan terlengkap berasal dari
Wyoming, Amerika Serikat. Fosil tersebut diduga berjenis kelamin betina dan
dinamai Sue –sesuai nama orang yang menemukannya, Susan Hendricksan, dan sekarang dipajang di National History Museum di
Amerika Serikat. Situs penggalian
Tyrannosaurus yang paling terkenal berada di Judith River Group A di Amerika Serikat dan Dinosaur Provincial Park
di Kanada.
Sejak penemuannya, Tyrannosaurus telah membuat kagum
banyak orang sehingga dinosaurus ini berkali-kali tampil dalam berbagai film,
buku, dan komik. Tyrannosaurus muncul di ketiga film Jurassic Park, seri dokumenter Walking
with Dinosaurs oleh BBC dalam Death
of Dynasty, dan berbagai film dokumenter lainnya.
Meskipun Tyrannosaurus telah lama dianggap sebagai
dinosaurus karnivora terbesar, pada tahun 1920 di Maroko, spesimen Theropoda
raksasa sepanjang 14 meter, yang diberi nama Carcharodontosaurus, ditemukan.
Tahun 1910, Spinosaurus sepanjang 16 meter ditemukan di Mesir, dan pada tahun
1995 ditemukan Giganotosaurus di Gurun Patagonia, Argentina. Ketiga Theropoda
tersebut lebih besar dan lebih primitif dibanding Tyrannosaurus.






