Sabtu, 14 Maret 2015

Tyrannosaurus

TYRANNOSAURUS

Tyrannosaurus termasuk dalam dinosaurus Theropoda –pemakan daging, dengan tulang pinggul berjenis Saurischia –panggul kadal. Tyrannosaurus termasuk dalam kategori Tyrannosauria, yakni spesies dinosaurus karnivora besar yang muncul terutama pada akhir Masa Mesozoikum dengan perkembangan yang paling baik pada otot leher dan rahangnya, tetapi mengalami sedikit degenerasi pada tangannya.
Tyrannosaurus merupakan Tyrannosauria terbesar yang diketahui. Mengacu pada rangka terbesar yang ditemukan di Amerika Serikat, Tyrannosaurus dapat tumbuh maksimal hingga 12,5 meter panjangnya, dengan tinggi sekitar 5 m. Bobotnya antara 5 sampai 7 ton, diperkirakan Tyrannosaurus jantan lebih pendek satu meter dibanding Tyrannosaurus betina dan satu ton lebih ringan. Panjang tengkoraknya mencapai 1,6 m dengan 50-an lebih gigi tajam sepanjang 16 cm.



Tyrannosaurus hidup pada Zaman Kretaseus Akhir, 68-65 juta tahun yang lalu. Tyrannosaurus hidup ketika Bumi mulai mengalami peningkatan intensitas pergeseran lempeng sehingga bencana geologis seperti gunung meletus dan gempa bumi sering terjadi, mulai mengancam kehidupan dinosaurus-dinosaurus terakhir. Tyrannosaurus merupakan predator darat raksasa terakhir yang berjalan di Bumi.
Dinosaurus ini merupakan karnivora oportunis. Tyrannosaurus memiliki rahang yang kokoh seperti tang, otot leher yang sangat kuat, kaki yang dapat digunakan untuk berlari kencang, dan sepasang mata yang menghadap ke depan, memberinya pengelihatan teropong yang efektif menentukan jarak mangsa. Gigi-gigi Tyrannosaurus besar di akarnya, tapi meruncing dan agak melengkung di ujungnya, tanpa gerigi. Bentuk gigi yang tebal dan kuat beserta otot leher yang sangat kokoh memungkinkan Tyrannosaurus untuk menghancurkan tulang mangsanya. Dinosaurus ini diketahui merupakan Theropoda dengan gigitan terkuat diantara semua Tyrannosauria, meskipun kedua lengannya hanya sepanjang 1 m dan belum diketahui secara pasti apa fungsinya, walau para ahli paleontologi berpendapat bahwa lengannya membantu hewan ini ketika bangkit dari posisi tidur.



Tyrannosaurus memangsa Ornithopoda seperti Edmontosaurus, Corythosaurus, dan Hypacrosaurus, dan juga Ornithomimida seperti Ornithomimus. Tyrannosaurus juga merupakan satu dari sedikit dinosaurus karnivora yang berani menyerang Ceratopsida seperti Triceratops dan Torosaurus, bahkan mungkin terkadang Ankylosauria seperti Euoplocephalus dan Ankylosaurus. Bekas gigitan pada sesama fosil Tyrannosaurus membuktikan bahwa hewan ini kadang juga bersifat kanibal.
Tulang-tulang Tyrannosaurus pertama kali ditemukan pada tahun 1902 di Montana, Amerika Serikat, oleh seorang paleontolog sekaligus pemburu bernama Henry Fairfield Osborn. Paleontolog yang lebih terkenal, Barnum Brown, menamai fosil-fosil tersebut dalam Bahasa Yunani dan Latin Tyranos -Tyranos ’tiran/kejam’ dan Sauros -Sauros yang berarti ‘kadal’. Sejauh ini telah dikenal dua spesies Tyrannosaurus yakni Tyrannosaurus rex dari Amerika Serikat dan Kanada serta Tyrannosaurus baatar dari Mongolia. Tyrannosaurus baatar jauh lebih kecil dibandingkan Tyrannosaurus rex dari Amerika Utara, dengan panjang hanya 10,5 m dan berat sekitar 5 ton, dan lebih dikenali sebagai Tarbosaurus baatar.



Fosil Tyrannosaurus terbesar dan terlengkap berasal dari Wyoming, Amerika Serikat. Fosil tersebut diduga berjenis kelamin betina dan dinamai Sue –sesuai nama orang yang menemukannya, Susan Hendricksan, dan sekarang dipajang di National History Museum di Amerika Serikat. Situs penggalian Tyrannosaurus yang paling terkenal berada di Judith River Group A di Amerika Serikat dan Dinosaur Provincial Park di Kanada.
Sejak penemuannya, Tyrannosaurus telah membuat kagum banyak orang sehingga dinosaurus ini berkali-kali tampil dalam berbagai film, buku, dan komik. Tyrannosaurus muncul di ketiga film Jurassic Park, seri dokumenter Walking with Dinosaurs oleh BBC dalam Death of Dynasty, dan berbagai film dokumenter lainnya.

Meskipun Tyrannosaurus telah lama dianggap sebagai dinosaurus karnivora terbesar, pada tahun 1920 di Maroko, spesimen Theropoda raksasa sepanjang 14 meter, yang diberi nama Carcharodontosaurus, ditemukan. Tahun 1910, Spinosaurus sepanjang 16 meter ditemukan di Mesir, dan pada tahun 1995 ditemukan Giganotosaurus di Gurun Patagonia, Argentina. Ketiga Theropoda tersebut lebih besar dan lebih primitif dibanding Tyrannosaurus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar